📖 Panduan Pengguna

Pelajari cara menggunakan platform analisis saham AI untuk maksimalkan potensi investasi Anda

📚 Daftar Isi

🚀 1. Memulai dengan Platform

Registrasi Akun

Langkah 1: Klik tombol "Daftar Gratis" di beranda
Langkah 2: Masukkan email, nama lengkap, dan password
Langkah 3: Centang persetujuan Syarat & Ketentuan
Langkah 4: Klik "Buat Akun"
Langkah 5: Cek email untuk verifikasi (link valid 24 jam)
Langkah 6: Klik link verifikasi, lalu login
💡 Tips: Gunakan password yang kuat (minimal 8 karakter, kombinasi huruf besar/kecil, angka, dan simbol). Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di Pengaturan > Keamanan untuk perlindungan ekstra.

Setup Profil & Preferensi

Setelah login pertama kali, lengkapi profil Anda:

📊 2. Memahami Dashboard

Overview Dashboard

Dashboard adalah pusat kontrol Anda. Berikut komponen utama:

💡 Tips: Kustomisasi layout dashboard dengan drag-and-drop widget sesuai preferensi Anda. Klik icon gear (⚙️) di pojok kanan atas untuk masuk ke mode edit.

Navigasi Utama

🤖 3. Menggunakan Analisis AI

Menjalankan Analisis AI

Langkah 1: Cari saham yang ingin dianalisis (contoh: BBCA, TLKM, ASII)
Langkah 2: Klik tombol "Analisis AI" di halaman detail saham
Langkah 3: Pilih jenis analisis (Teknikal, Fundamental, atau Hybrid)
Langkah 4: Pilih timeframe (1 hari, 1 minggu, 1 bulan)
Langkah 5: Klik "Jalankan Analisis" dan tunggu 5-10 detik

Memahami Output Analisis

Hasil analisis AI mencakup:

⚠️ Penting: Analisis AI adalah probabilitas, BUKAN jaminan. Confidence 75% artinya masih ada 25% kemungkinan prediksi salah. Selalu lakukan riset sendiri dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum berinvestasi.

Contoh Interpretasi

Contoh Output:
Saham: BBCA (Bank Central Asia)
Signal: Bullish 🟢
Confidence: 72%
Target Price (7 hari): Rp 9.850 - Rp 10.200
Support: Rp 9.200 | Resistance: Rp 10.500
RSI: 58 (Netral) | MACD: Bullish Crossover | Volume: +35% dari rata-rata
Risk Level: Medium

Interpretasi: AI memberikan signal bullish dengan confidence 72%, yang berarti kemungkinan harga naik dalam 7 hari ke depan cukup tinggi. Namun, masih ada 28% risiko prediksi tidak akurat. Target price berada di range Rp 9.850-10.200. Pertimbangkan untuk entry di dekat support Rp 9.200 dan ambil profit di resistance Rp 10.500. Risk level medium menunjukkan volatilitas sedang.

📈 4. Membaca Grafik & Indikator

Jenis Grafik

Timeframe

Pilih timeframe sesuai gaya trading Anda:

Indikator Teknikal Populer

💡 Tips: Jangan gunakan terlalu banyak indikator sekaligus (maksimal 3-4). Lebih banyak bukan berarti lebih baik. Fokus pada indikator yang Anda pahami dan yang cocok dengan strategi Anda.

🔍 5. Screener Saham

Menggunakan Screener

Langkah 1: Buka menu "Screener" di sidebar
Langkah 2: Pilih kategori filter (Teknikal, Fundamental, atau Hybrid)
Langkah 3: Atur kriteria filter sesuai strategi Anda
Langkah 4: Klik "Terapkan Filter"
Langkah 5: Review hasil (urutkan berdasarkan market cap, volume, atau perubahan harga)
Langkah 6: Klik saham untuk analisis lebih lanjut

Filter Teknikal Umum

Filter Fundamental Umum

💡 Tips: Simpan filter favorit Anda dengan klik "Save Preset" agar tidak perlu mengatur ulang setiap kali. Jalankan screener setiap hari setelah market tutup untuk menemukan peluang baru.

⭐ 6. Mengelola Watchlist

Menambahkan Saham ke Watchlist

Fitur Watchlist

🔔 7. Mengatur Alert Harga

Membuat Price Alert

Langkah 1: Buka halaman detail saham
Langkah 2: Klik tombol "Create Alert" atau icon bell (🔔)
Langkah 3: Pilih kondisi trigger:
   - Price Above (harga di atas X)
   - Price Below (harga di bawah X)
   - Price Change % (perubahan harga ±X%)
   - Volume Surge (volume naik X%)
Langkah 4: Masukkan nilai threshold
Langkah 5: Pilih channel notifikasi (email, push, SMS)
Langkah 6: Klik "Save Alert"
💡 Tips: Set alert di level support & resistance penting. Contoh: Alert "Price Above 10.500" untuk breakout resistance, dan "Price Below 9.200" untuk breakdown support.

⏮️ 8. Backtesting Strategi

Apa itu Backtesting?

Backtesting adalah simulasi strategi trading Anda menggunakan data historis untuk melihat performanya jika diterapkan di masa lalu. Ini membantu Anda memvalidasi strategi sebelum risking uang riil.

Menjalankan Backtest

Langkah 1: Buka menu "Backtest" (Premium/Pro only)
Langkah 2: Pilih saham atau index yang ingin ditest
Langkah 3: Definisikan strategi Anda:
   - Entry Rule (contoh: "Buy when RSI < 30")
   - Exit Rule (contoh: "Sell when RSI > 70")
   - Stop Loss (contoh: "-5% dari entry")
   - Take Profit (contoh: "+10% dari entry")
Langkah 4: Pilih periode backtest (contoh: 2020-2024)
Langkah 5: Set modal awal dan ukuran posisi
Langkah 6: Klik "Run Backtest"

Metrik Penting

⚠️ Perhatian: Backtest yang bagus di masa lalu TIDAK menjamin profit di masa depan. Market berubah, dan strategi yang berhasil di 2020 mungkin tidak efektif di 2026. Gunakan backtest sebagai SALAH SATU alat validasi, bukan satu-satunya.

💡 9. Tips & Best Practices

Untuk Pemula

Untuk Trader Berpengalaman

Kebiasaan Baik

Kesalahan yang Harus Dihindari

📞 Butuh Bantuan Lebih Lanjut?

Jika Anda memiliki pertanyaan spesifik atau mengalami kendala teknis:

← Kembali ke Beranda