📖 Panduan Pengguna
Pelajari cara menggunakan platform analisis saham AI untuk maksimalkan potensi investasi Anda
🚀 1. Memulai dengan Platform
Registrasi Akun
Langkah 1: Klik tombol "Daftar Gratis" di beranda
Langkah 2: Masukkan email, nama lengkap, dan password
Langkah 3: Centang persetujuan Syarat & Ketentuan
Langkah 4: Klik "Buat Akun"
Langkah 5: Cek email untuk verifikasi (link valid 24 jam)
Langkah 6: Klik link verifikasi, lalu login
💡 Tips: Gunakan password yang kuat (minimal 8 karakter, kombinasi huruf besar/kecil, angka, dan simbol). Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di Pengaturan > Keamanan untuk perlindungan ekstra.
Setup Profil & Preferensi
Setelah login pertama kali, lengkapi profil Anda:
- Profil Investasi: Tingkat pengalaman (pemula/menengah/mahir), tujuan investasi, horizon waktu
- Preferensi: Zona waktu (WIB/WITA/WIT), bahasa interface, tema (light/dark mode)
- Notifikasi: Pilih channel notifikasi (email, push, SMS) dan jenis alert yang ingin diterima
📊 2. Memahami Dashboard
Overview Dashboard
Dashboard adalah pusat kontrol Anda. Berikut komponen utama:
- Market Summary: Ringkasan IHSG (Jakarta Composite Index), top gainers/losers hari ini, volume tertinggi
- Watchlist Snapshot: Preview cepat 5 saham teratas di watchlist Anda dengan perubahan harga real-time
- AI Insights: Rekomendasi harian dari AI berdasarkan analisis pasar terkini
- Portfolio Performance: (Premium/Pro) Grafik performa portofolio Anda vs IHSG
- Recent Activity: Riwayat aktivitas terakhir (analisis yang dijalankan, alert yang triggered)
- News Feed: Berita pasar terkini dari sumber terpercaya
💡 Tips: Kustomisasi layout dashboard dengan drag-and-drop widget sesuai preferensi Anda. Klik icon gear (⚙️) di pojok kanan atas untuk masuk ke mode edit.
Navigasi Utama
- Markets: Daftar lengkap saham BEI dengan filter sektor, kapitalisasi, dan liquidity
- Screener: Alat pencarian saham berdasarkan kriteria teknikal & fundamental
- Charts: Grafik interaktif dengan 50+ indikator teknikal
- Analysis: Jalankan analisis AI untuk saham tertentu
- Portfolio: (Premium/Pro) Lacak performa investasi Anda
- Learn: Konten edukasi, artikel, dan webinar
🤖 3. Menggunakan Analisis AI
Menjalankan Analisis AI
Langkah 1: Cari saham yang ingin dianalisis (contoh: BBCA, TLKM, ASII)
Langkah 2: Klik tombol "Analisis AI" di halaman detail saham
Langkah 3: Pilih jenis analisis (Teknikal, Fundamental, atau Hybrid)
Langkah 4: Pilih timeframe (1 hari, 1 minggu, 1 bulan)
Langkah 5: Klik "Jalankan Analisis" dan tunggu 5-10 detik
Memahami Output Analisis
Hasil analisis AI mencakup:
- Signal: Bullish (naik), Bearish (turun), atau Neutral (sideways)
- Confidence Score: 0-100% (tingkat kepercayaan model AI)
- Target Price: Estimasi harga dalam timeframe yang dipilih
- Support & Resistance: Level harga kunci untuk buy/sell decision
- Key Indicators: Indikator teknikal utama yang mempengaruhi signal (RSI, MACD, MA, Volume)
- Fundamental Score: (jika Fundamental/Hybrid) Rating A-F berdasarkan laporan keuangan
- Risk Level: Low/Medium/High berdasarkan volatilitas historis
⚠️ Penting: Analisis AI adalah probabilitas, BUKAN jaminan. Confidence 75% artinya masih ada 25% kemungkinan prediksi salah. Selalu lakukan riset sendiri dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum berinvestasi.
Contoh Interpretasi
Contoh Output:
Saham: BBCA (Bank Central Asia)
Signal: Bullish 🟢
Confidence: 72%
Target Price (7 hari): Rp 9.850 - Rp 10.200
Support: Rp 9.200 | Resistance: Rp 10.500
RSI: 58 (Netral) | MACD: Bullish Crossover | Volume: +35% dari rata-rata
Risk Level: Medium
Interpretasi: AI memberikan signal bullish dengan confidence 72%, yang berarti kemungkinan harga naik dalam 7 hari ke depan cukup tinggi. Namun, masih ada 28% risiko prediksi tidak akurat. Target price berada di range Rp 9.850-10.200. Pertimbangkan untuk entry di dekat support Rp 9.200 dan ambil profit di resistance Rp 10.500. Risk level medium menunjukkan volatilitas sedang.
📈 4. Membaca Grafik & Indikator
Jenis Grafik
- Candlestick: Menampilkan OHLC (Open, High, Low, Close) - paling populer untuk analisis teknikal
- Line Chart: Grafik garis sederhana, cocok untuk melihat tren jangka panjang
- Bar Chart: Mirip candlestick tapi dalam bentuk bar
- Heikin Ashi: Candlestick yang "smoothed" untuk identifikasi tren lebih jelas
Timeframe
Pilih timeframe sesuai gaya trading Anda:
- Intraday: 1 menit, 5 menit, 15 menit (untuk day trader)
- Short-term: 1 jam, 4 jam, 1 hari (untuk swing trader)
- Long-term: 1 minggu, 1 bulan (untuk investor jangka panjang)
Indikator Teknikal Populer
- Moving Average (MA): Rata-rata harga untuk identifikasi tren. MA 50/200 adalah support/resistance dinamis
- RSI (Relative Strength Index): Ukur momentum. RSI > 70 = overbought (jenuh beli), RSI < 30 = oversold (jenuh jual)
- MACD: Identifikasi perubahan momentum dan tren. Perhatikan crossover garis MACD dan signal
- Bollinger Bands: Ukur volatilitas. Harga menyentuh upper band = potensi reversal turun, lower band = potensi reversal naik
- Volume: Konfirmasi kekuatan tren. Volume tinggi saat breakout = signal kuat
💡 Tips: Jangan gunakan terlalu banyak indikator sekaligus (maksimal 3-4). Lebih banyak bukan berarti lebih baik. Fokus pada indikator yang Anda pahami dan yang cocok dengan strategi Anda.
🔍 5. Screener Saham
Menggunakan Screener
Langkah 1: Buka menu "Screener" di sidebar
Langkah 2: Pilih kategori filter (Teknikal, Fundamental, atau Hybrid)
Langkah 3: Atur kriteria filter sesuai strategi Anda
Langkah 4: Klik "Terapkan Filter"
Langkah 5: Review hasil (urutkan berdasarkan market cap, volume, atau perubahan harga)
Langkah 6: Klik saham untuk analisis lebih lanjut
Filter Teknikal Umum
- RSI Oversold: RSI < 30 (saham yang potensial rebound)
- MA Crossover: MA 50 memotong MA 200 ke atas (golden cross)
- Volume Breakout: Volume > 150% rata-rata 20 hari
- 52-Week High: Harga mendekati atau menembus tertinggi 1 tahun
Filter Fundamental Umum
- Value Stocks: P/E ratio < 15, P/B ratio < 2, Dividend yield > 3%
- Growth Stocks: Revenue growth > 20% YoY, Profit growth > 25% YoY
- Quality Stocks: ROE > 15%, ROA > 10%, Debt to Equity < 1
💡 Tips: Simpan filter favorit Anda dengan klik "Save Preset" agar tidak perlu mengatur ulang setiap kali. Jalankan screener setiap hari setelah market tutup untuk menemukan peluang baru.
⭐ 6. Mengelola Watchlist
Menambahkan Saham ke Watchlist
- Klik icon bintang (⭐) di halaman detail saham
- Atau drag-and-drop saham dari hasil screener ke sidebar watchlist
- Buat multiple watchlist untuk kategorisasi (contoh: "LQ45", "Dividen Tinggi", "Growth Stocks")
Fitur Watchlist
- Real-time Updates: Harga dan perubahan % diperbarui otomatis (paket Premium/Pro)
- Custom Columns: Tambahkan kolom data (volume, market cap, P/E, RSI, dll.)
- Quick Notes: Tambahkan catatan untuk setiap saham (contoh: "Buy at Rp 5.000", "Watch for Q2 earnings")
- Sort & Filter: Urutkan berdasarkan perubahan harga, volume, atau kustom
🔔 7. Mengatur Alert Harga
Membuat Price Alert
Langkah 1: Buka halaman detail saham
Langkah 2: Klik tombol "Create Alert" atau icon bell (🔔)
Langkah 3: Pilih kondisi trigger:
- Price Above (harga di atas X)
- Price Below (harga di bawah X)
- Price Change % (perubahan harga ±X%)
- Volume Surge (volume naik X%)
Langkah 4: Masukkan nilai threshold
Langkah 5: Pilih channel notifikasi (email, push, SMS)
Langkah 6: Klik "Save Alert"
💡 Tips: Set alert di level support & resistance penting. Contoh: Alert "Price Above 10.500" untuk breakout resistance, dan "Price Below 9.200" untuk breakdown support.
⏮️ 8. Backtesting Strategi
Apa itu Backtesting?
Backtesting adalah simulasi strategi trading Anda menggunakan data historis untuk melihat performanya jika diterapkan di masa lalu. Ini membantu Anda memvalidasi strategi sebelum risking uang riil.
Menjalankan Backtest
Langkah 1: Buka menu "Backtest" (Premium/Pro only)
Langkah 2: Pilih saham atau index yang ingin ditest
Langkah 3: Definisikan strategi Anda:
- Entry Rule (contoh: "Buy when RSI < 30")
- Exit Rule (contoh: "Sell when RSI > 70")
- Stop Loss (contoh: "-5% dari entry")
- Take Profit (contoh: "+10% dari entry")
Langkah 4: Pilih periode backtest (contoh: 2020-2024)
Langkah 5: Set modal awal dan ukuran posisi
Langkah 6: Klik "Run Backtest"
Metrik Penting
- Total Return: Keuntungan/kerugian total dalam %
- CAGR (Compound Annual Growth Rate): Pertumbuhan tahunan rata-rata
- Max Drawdown: Penurunan terbesar dari peak (ukuran risiko)
- Win Rate: Persentase trade yang profit
- Profit Factor: Rasio total profit vs total loss (> 1.5 = bagus)
- Sharpe Ratio: Return yang disesuaikan dengan risiko (> 1 = bagus)
⚠️ Perhatian: Backtest yang bagus di masa lalu TIDAK menjamin profit di masa depan. Market berubah, dan strategi yang berhasil di 2020 mungkin tidak efektif di 2026. Gunakan backtest sebagai SALAH SATU alat validasi, bukan satu-satunya.
💡 9. Tips & Best Practices
Untuk Pemula
- ✅ Mulai dengan paket Free untuk belajar interface dan fitur dasar
- ✅ Baca semua konten di menu "Learn" sebelum berinvestasi riil
- ✅ Gunakan mode "Paper Trading" (simulasi) untuk latihan tanpa uang sungguhan
- ✅ Fokus pada saham blue chip (LQ45) yang lebih stabil untuk belajar
- ✅ Jangan invest uang yang Anda tidak mampu kehilangan
- ❌ Jangan langsung masuk ke saham spekulatif atau penny stocks
- ❌ Jangan overtrade (terlalu sering buy/sell) karena biaya transaksi akan menggerus profit
Untuk Trader Berpengalaman
- ✅ Manfaatkan API (paket Pro) untuk automasi strategi Anda
- ✅ Kombinasikan analisis AI dengan fundamental analysis manual
- ✅ Set strict risk management (stop loss wajib pada setiap trade)
- ✅ Diversifikasi portofolio (jangan all-in satu saham)
- ✅ Review dan journal setiap trade untuk continuous improvement
Kebiasaan Baik
- 📅 Daily Routine: Cek watchlist setiap pagi sebelum market buka, review analisis AI untuk saham yang bergerak signifikan
- 📊 Weekly Review: Setiap akhir minggu, review performa portofolio, catat lesson learned
- 📚 Continuous Learning: Ikuti webinar, baca artikel edukasi, pelajari strategi baru
- 💼 Risk Management: Maksimal 2-3% modal per trade, total exposure < 80% portfolio
Kesalahan yang Harus Dihindari
- ❌ FOMO (Fear of Missing Out): Jangan chase harga saat saham sudah naik tinggi
- ❌ Revenge Trading: Jangan coba "balas dendam" setelah loss dengan trade impulsif
- ❌ Overleveraging: Jangan beli saham melebihi kapasitas modal Anda
- ❌ Ignoring Stop Loss: Jangan "berharap" saham rebound saat sudah tembus stop loss
- ❌ Blind Trust AI: AI adalah alat bantu, bukan crystal ball. Selalu verify sendiri
📞 Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Jika Anda memiliki pertanyaan spesifik atau mengalami kendala teknis:
- FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Support Email: support@yhtt12.com (respon 12-24 jam)
- Live Chat: Tersedia untuk pelanggan Premium/Pro (klik icon chat di pojok kanan bawah)
- Video Tutorial: YouTube channel kami untuk panduan step-by-step
- Community Forum: Diskusi dengan sesama pengguna di forum.yhtt12.com
← Kembali ke Beranda